Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026 – Menteri Luar Negeri baru Arrmanatha Christiawan Nasir menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kepentingan nasional. Selain itu, ia juga akan memperkuat peran Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan maupun global.
Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI merilis pernyataan tersebut.
Arrmanatha Prioritaskan Kepentingan Nasional
Arrmanatha menyampaikan komitmen tersebut usai pelantikan. Menurutnya, pemerintah akan terus mengutamakan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional.
“Tentunya, kita akan terus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional,” ujar Arrmanatha.
Ia juga menekankan pentingnya kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan. Oleh karena itu, peran aktif Indonesia sangat diperlukan untuk mendukung keamanan dan memperkuat kerja sama multilateral.
Indonesia Siap Perkuat Peran di Dewan Keamanan PBB
Komitmen tersebut tecermin dari rencana Indonesia untuk kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Pencalonan itu untuk periode 2029-2030.
“Ini kembali menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan peace and security dan juga memajukan multilateralisme,” kata dia.
Politik Luar Negeri Konsisten dan Bebas Aktif
Arrmanatha menegaskan politik luar negeri Indonesia memiliki kesinambungan. Pasalnya, politik luar negeri berlandaskan prinsip dan aturan yang jelas. Dengan demikian, pergantian pejabat di Kementerian Luar Negeri tidak mengubah landasan utama kebijakan.
“Kita juga mensyukuri bahwa politik luar negeri Indonesia itu selalu konsisten. Jadi, siapa pun yang menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri, rujukannya jelas, yaitu undang-undang,” katanya.
Ia menambahkan prinsip bebas aktif tetap menjadi pedoman. Kemudian, prinsip tersebut menjadi panduan Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara lain.
“Politik luar negeri kita juga jelas, bebas aktif, yang telah sering disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto),” kata Arrmanatha.



















