GUNUNGSITOLI, 14 Agustus 2026 – Kota Gunungsitoli berhasil mencapai target Universal Health Coverage (UHC) sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN. Namun Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menegaskan capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen baru untuk terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Surya saat memimpin Rapat Koordinasi Penguatan UHC Kepulauan Nias di kediaman sementaranya di Gunungsitoli, Kamis (13/8/2026). “Artinya, khusus untuk Gunungsitoli ini salah satu dari lima daerah hanya Gunungsitoli, yang memenuhi persyaratan UHC prioritas. Tapi kita jangan puas sampai situ saja, terus kita perkuat tingkat pelayanan kita,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan Sumut menunjukkan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Gunungsitoli telah mencapai 99,54% atau sekitar 138.144 jiwa, dengan tingkat keaktifan peserta 92,29% atau 128.082 jiwa. Surya menegaskan Pemprov Sumut berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan menyeluruh, cukup dengan KTP. “Kita mau Sumut itu, masyarakat hanya dengan KTP saja sudah bisa menerima pelayanan kesehatan,” katanya.
Program berobat cukup menggunakan KTP telah dimulai Gubernur Bobby Nasution saat menjabat Walikota Medan, kemudian diperluas ke seluruh wilayah Sumut setelah ia menjadi Gubernur. Wakil Walikota Gunungsitoli Martinus Lase mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut, khususnya Bobby Nasution, terhadap pembangunan di Kepulauan Nias. “Saya dan Pak Walikota itu begitu senang, begitu juga dengan seluruh masyarakat Kota Gunungsitoli dan mungkin Kepulauan Nias, kehadiran Bapak Gubernur, masyarakat sangat senang dan menyambut baik,” ucapnya.
Rapat tersebut turut dihadiri jajaran OPD Pemprov Sumut, termasuk Asisten Administrasi Umum Muhammad Suib, Staf Ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat Alfi Syahriza, serta Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Achmad Fadly.
Dengan capaian UHC ini, Gunungsitoli menatap masa depan pelayanan kesehatan yang lebih inklusif. Harapannya, masyarakat tidak hanya terlindungi secara administratif, tetapi benar-benar merasakan layanan kesehatan yang berkualitas, cepat, dan menyeluruh.















